GROBOGAN, mediapenanews.net – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan memperbanyak pembuatan sumur biopori sebagai upaya pencegahan banjir.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul sejumlah kejadian banjir yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.
“Tadi malam ada banjir di Pemalang dan Brebes. Saya berharap masyarakat Jawa Tengah tetap siaga,” ujar Taj Yasin usai menghadiri Haflah Akhirussanah dan Khotmil Quran ke VII Pondok Pesantren Mazaya, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Sabtu (24/1/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengimbau warga agar mengupayakan pembuatan sumur biopori di setiap lingkungan rumah. Menurutnya, biopori berfungsi sebagai sarana resapan air yang efektif untuk mengurangi potensi genangan dan banjir saat musim hujan.
Selain di lingkungan rumah, Gus Yasin juga berharap biopori diterapkan di sepanjang jalan desa dengan jarak sekitar 20 hingga 40 meter.
“Jalan-jalan di desa tidak hanya diperbaiki, tetapi juga harus memiliki resapan. Sehingga saat musim penghujan, air bisa meresap dan tidak langsung mengalir ke permukiman,” tuturnya, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga mengajak para santri dan hadirin untuk mendoakan Jawa Tengah dan Indonesia yang saat ini tengah menghadapi berbagai musibah.
Pada acara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah turut menyerahkan tali asih (bisyaroh) kepada dua penghafal Al-Qur’an 30 juz, yakni Romzatul Khamidah dan Ullynia Kharisma Zayana.
Salah seorang penerima bisyaroh, Ullynia Kharisma Zayana, mengaku bersyukur dan bahagia atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Bersyukur sekali bisa menyelesaikan 30 juz, dan senang karena ada apresiasi dari pemerintah untuk penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.(*)













