Pergerakan di dunia biasanya diinisiasi dan dimotori oleh para pemuda dan NKRI tidak akan lahir bila tidak ada gerakan para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928
Jakarta (mediapenanews.net) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda bisa memperkuat bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membangkitkan semangat Sumpah Pemuda.
“Pergerakan di dunia biasanya diinisiasi dan dimotori oleh para pemuda dan NKRI tidak akan lahir bila tidak ada gerakan para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928,” kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan Lestari dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di depan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) 2025 yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.
Kegiatan tersebut mengusung tema Peran Mahasiswa dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Keadilan dan Kesadaran Hukum di Indonesia.
Lestari menyebut nilai-nilai kebangsaan yang mampu membangun semangat persatuan dalam mewujudkan NKRI harus bisa secara konsisten diamalkan oleh generasi muda dalam keseharian.
Baca juga: Pancasila kompas moral jaga ruang digital jadi ruang persatuan
Rerie, sapaan akrab Lestari, mengingatkan upaya-upaya untuk memecah belah suatu bangsa saat ini masih terus ada.
Sejumlah wilayah di dunia, termasuk Indonesia juga menghadapi berbagai ancaman perpecahan yang dipicu munculnya konflik di sejumlah daerah.
Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu menegaskan bingkai NKRI harus terus kokoh dengan membangun kesadaran kebangsaan setiap anak bangsa, antara lain melalui Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan konsistennya pengamalan nilai-nilai kebangsaan oleh setiap generasi muda maka upaya memperkokoh bingkai NKRI akan terus terwujud.
“Di tangan generasi muda negara ini bisa terus ada. Sebaliknya, di tangan generasi muda pula negara ini bisa jadi tinggal cerita,” tutur Rerie.
Hadir pada acara tersebut Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Taufik Basari, Ketua DPM UI Abu Rizal Biladina dan civitas akademika Universitas Indonesia.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy M Yakub
Copyright © mediapenanews.net 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita mediapenanews.net.













