Kalau masuk ke sekolah jajan, dia mikir, ada jajanan apa-apa ini? Tapi kalau sudah ada MBG, waktunya untuk berkonsentrasi dan belajar

Jakarta (mediapenanews.net) – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Hal itu disampaikannya Yusharto dalam inspeksi pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 18 Kota Bogor, Selasa.

“Anak-anak sehat, implikasinya dia bisa berkonsentrasi lebih panjang di sekolah. Waktu dia berkonsentrasi lebih panjang itu berarti lebih banyak materi pelajaran yang bisa diserap oleh anak-anak,” kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, dengan adanya program MBG, siswa tidak lagi perlu memikirkan jajan di luar sekolah.

“Kalau masuk ke sekolah jajan, dia mikir, ada jajanan apa-apa ini? Tapi kalau sudah ada MBG, waktunya untuk berkonsentrasi dan belajar,” ujarnya.


Baca juga: Kemenkeu: MBG sudah serap anggaran Rp20,6 triliun per 3 Oktober 2025

Yusharto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak sekolah, guru, dan orang tua atas dukungan terhadap pelaksanaan MBG.

“Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas prestasi Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan anak-anak bisa belajar dengan sehat, berprestasi, dan menjadi generasi penerus yang membanggakan,” ucapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga berdialog langsung dengan para guru dan siswa untuk mendengarkan tanggapan mereka terkait pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.

Yusharto menjelaskan kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh masukan langsung dari pihak sekolah mengenai pelaksanaan program MBG.

“Kami datang bersama Pak Kapus dan teman-teman lainnya untuk mencoba mendapatkan data dari Bapak Ibu sekalian. Caranya, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan. Pertanyaannya gampang-gampang saja tentang MBG,” ujar Yusharto.

Dialog berlangsung interaktif. Para guru dan orang tua menyampaikan kesan positif terhadap program MBG yang dinilai membantu meningkatkan semangat belajar siswa. Salah satu perwakilan orang tua menyebut bahwa program MBG sangat dirasakan manfaatnya.

Baca juga: Ahli gizi imbau kantin sekolah siapkan makanan saling melengkapi MBG


“Anak-anak bisa menikmati sayur, buah, bahkan susu. Mungkin yang setiap hari mereka tidak bisa makan atau minum susu, akhirnya setelah adanya program ini bisa tiga atau empat kali seminggu mereka bisa menikmati,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Yusharto menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan baik di seluruh sekolah. Ia menegaskan, meski terdapat kegiatan keagamaan seperti di Bulan Ramadan, program ini akan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis.

“Pemerintah sudah menganggarkan, Hanya saja teknis pembagiannya ini anak-anak masih di sekolah atau tidak? Atau teknis lain misalnya dalam bentuk yang bisa disimpan sampai waktu buka puasa, bisa dalam bentuk kurma atau yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan guru SMPN 18 Kota Bogor mengungkapkan bahwa program MBG membawa dampak positif bagi kesiapan belajar siswa.


“Ketika anak-anak mengikuti upacara pagi-pagi, mereka tidak tumbang. Dengan kehadiran MBG ini, mereka sedikit sekali yang mengalami kelelahan. Konsentrasi juga meningkat,” ungkap salah satu guru.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy M Yakub
Copyright © mediapenanews.net 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita mediapenanews.net.