Yayasan HSD Jawa Tengah Bergejolak, Ketua Umum Diberhentikan Terkait Polemik Dapur MBG di Brebes

BREBES, mediapenanews.net – Yayasan Hans Satya Dharma (HSD) mengalami dinamika internal setelah Pendiri sekaligus Pembina Yayasan, Handono Sivananda, memberhentikan secara tidak hormat Ketua Umum Yayasan HSD Jawa Tengah, Turnya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik dugaan jual beli titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes.

Handono menegaskan bahwa pemberhentian tersebut merupakan langkah organisasi untuk menjaga marwah dan kredibilitas yayasan. Ia membantah keras tudingan yang dialamatkan kepada jajaran pengurus HSD di Brebes.

“Apa yang diberitakan tidak sesuai dengan fakta,” ujar Handono saat memberikan keterangan di Grand Dian Hotel Bumiayu, Jumat (16/1). Menurutnya, mitra yang ingin mendirikan dapur MBG justru mendapatkan pembiayaan dari yayasan, bukan sebaliknya seperti yang dituduhkan. Ia menilai isu tersebut telah mencoreng nama baik yayasan dan program sosial yang tengah dijalankan.

Handono juga mengaku menyesal telah mengangkat Turnya sebagai Ketua Umum HSD Jawa Tengah. Ia menyebut kepemimpinan yang bersangkutan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menimbulkan kekecewaan di internal organisasi.

Pasca pemberhentian tersebut, roda organisasi Yayasan HSD Jawa Tengah dipastikan tetap berjalan normal. Handono menunjuk Bagus Kumanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum HSD Jawa Tengah untuk mengisi kekosongan jabatan dan menjaga stabilitas organisasi.

Bagus Kumanto mengaku terkejut dengan pemberitaan yang beredar terkait dugaan jual beli titik dapur MBG. Ia menegaskan bahwa isu serupa tidak ditemukan di wilayah lain tempat HSD menjalankan programnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Turnya dinilai tidak aktif dalam menjalankan tugas kepengurusan, sehingga menyebabkan kebingungan di tingkat pengurus bawah.

“Kami seperti anak ayam yang kehilangan induknya,” ujar Bagus, menggambarkan kondisi internal sebelum adanya penunjukan Plt Ketua Umum.

Saat ini, Yayasan HSD mengelola dapur MBG di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Di Kabupaten Brebes terdapat 12 titik dapur MBG, di Kabupaten Tegal sebanyak 5 titik, serta masing-masing di Wonosobo, Banjarnegara, Sukoharjo, dan Kebumen. Program tersebut juga disebut memiliki keterkaitan dan sinergi dengan Polres Tegal.

Handono menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu operasional Program Makan Bergizi Gratis. Yayasan HSD, kata dia, akan melakukan konsolidasi secara menyeluruh tanpa kepentingan personal, sekaligus memperbaiki tata kelola organisasi dan memberdayakan warga lokal.

“Fokus kami tetap pada tujuan awal yayasan, yakni menyalurkan bantuan makan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.***

Writer: IpEditor: Irfan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *