Brebes, mediapenanews.net – Pemerintah Kabupaten Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang layak, aman, dan berpihak pada anak melalui Program Beresi Sekolah serta bantuan alat digitalisasi pembelajaran berupa Papan Informasi Digital (PID).
Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma, SE, MM saat meresmikan revitalisasi sekolah dan penyerahan bantuan PID di SMP Negeri 2 Larangan, Kabupaten Brebes, Kamis (5/2/2026) siang.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya soal gedung, tetapi tentang bagaimana anak-anak kita belajar dengan rasa aman dan nyaman. Inilah semangat Program Beresi Sekolah,” ujar Paramitha.
Menurutnya, selain perbaikan sarana fisik, Pemkab Brebes juga mendorong transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Di era digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi agar proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Paramitha berharap kehadiran PID dapat membantu guru menyampaikan materi pembelajaran secara lebih efektif serta meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah sarana pendukung.
“Keberhasilan pendidikan tetap sangat bergantung pada peran guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Karena itu, saya berharap bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal, dirawat dengan baik, dan digunakan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dan menjaga semangat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan Brebes yang maju, inklusif, dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Sutaryono, menjelaskan bahwa Program Beresi Sekolah tahun 2025 menyasar sebanyak 240 sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP dengan total anggaran Rp80,4 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN.
“Rinciannya, melalui APBD sebanyak 161 sekolah dengan anggaran Rp12,5 miliar, sedangkan dari APBN sebanyak 79 sekolah dengan anggaran Rp67,4 miliar,” jelasnya.
Selain revitalisasi fisik, lanjut Sutaryono, Pemkab Brebes juga menyalurkan bantuan digitalisasi pembelajaran berupa 1.673 unit papan tulis digital yang bersumber dari APBN dengan nilai Rp125 miliar. Setiap sekolah juga mendapatkan bantuan satu unit laptop yang saat ini masih dalam proses penyaluran.
Dampak positif program tersebut dirasakan langsung oleh warga sekolah. Salah satu guru SMP Negeri 2 Larangan, Eko Joko Supeno, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolahnya.
“Sebelum direvitalisasi, kondisi sekolah kami sangat memprihatinkan hingga menitikkan air mata. Genteng bocor, plafon berjatuhan, dinding mengelupas, dan lantai rusak. Saat hujan, kelas tidak layak digunakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah revitalisasi dilakukan, suasana belajar mengajar berubah drastis. Guru dan siswa kini dapat belajar dengan lebih nyaman dan tenang.
“Sekarang pembelajaran jauh lebih nyaman. Siswa senang dan tidak ada lagi rasa takut atau khawatir,” katanya.
Hal serupa disampaikan salah satu siswa, Berliana Dwi Pratiwi. Ia mengaku sebelumnya sering merasa tidak nyaman saat belajar, terutama ketika musim hujan.
“Dulu kalau hujan atap bocor, kelas banjir, jadi tidak fokus belajar. Toilet juga kotor dan tidak nyaman,” ungkapnya.
Namun, setelah revitalisasi sekolah, Berliana merasakan perubahan besar.
“Alhamdulillah sekarang sekolah kami jadi lebih baik dan bagus. Kelas dan toilet bersih, belajar jadi aman dan nyaman. Terima kasih banyak Ibu Bupati,” ujarnya.
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri Kepala SMP Negeri 2 Larangan, Ketua MKKS Kabupaten Brebes, Ketua K3S Kabupaten Brebes, Ketua Korwil 03 dan Korwilcam Larangan, para kepala sekolah, serta para guru.(*)













