Dari Mimbar ke Ruang Kelas: Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati Teguhkan Dakwah Pendidikan

Banyumas || mediapenanews.net – Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati periode 2025–2029 oleh Ketua PDM Banyumas di Lantai 2 Aula BMT Surya Mandiri Purwojati, Rabu (31/12/2025), bukan sekadar pergantian kepemimpinan struktural. Ia adalah peneguhan estafet tajdid—ikhtiar sadar Muhammadiyah menjaga denyut dakwah agar terus hidup di ruang kelas, menyapa zaman tanpa tercerabut dari nilai.

Rangkaian acara yang berlangsung hikmat itu dipandu oleh Reviana (Majelis Dikdasmen) disusun dengan kesadaran simbolik yang kuat. Tilawah Al-Qur’an oleh Rohayatun (PCNA Purwojati) membuka ruang spiritual, disusul Tari Saman oleh siswi SMP Muhammadiyah Purwojati sebagai ekspresi budaya Islami yang hidup dan berkemajuan. Nuansa kebangsaan diteguhkan melalui Lagu Indonesia Raya dan kobaran semangat membara lewat Mars Sang Surya, dipandu dirigen Vasva Zaima Zeranada Zalzabila (siswi SMP Muhammadiyah Purwojati), menegaskan watak pendidikan Muhammadiyah: religius tanpa kehilangan nasionalis, modern tanpa tercerabut dari akhlak, dan progresif tanpa menanggalkan adab.
Prosesi pelantikan diawali pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PDM Banyumas, H. Supriyadi, S.Pd., dan dipimpin langsung Ketua PDM Banyumas, KH. Drs. Muhammad Djohar, M.Pd. Pakta kinerja yang dibacakan bukan sekadar janji administratif, melainkan ikrar moral untuk menjaga sekolah tetap berada di rel tajdid Persyarikatan.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Banyumas menegaskan bahwa kepala sekolah Muhammadiyah adalah penjaga nilai dan penggerak perubahan. Kepemimpinan dituntut berakar pada ideologi Persyarikatan, berpihak pada integritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.

“Sekolah Muhammadiyah harus tumbuh seperti pohon jati, berakar kuat, berdiri kokoh, dan memberi manfaat,” ujarnya, menandaskan bahwa kekuatan sekolah terletak pada konsistensi nilai, bukan sekadar gemerlap prestasi.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, S.P., M.M., menempatkan pergantian kepemimpinan sebagai momentum konsolidasi mutu.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif, soliditas tim, dan optimisme berkemajuan. Apresiasi disampaikan kepada Tri Murniati, S.Pd., yang telah menorehkan prestasi dan menanam fondasi pengembangan sekolah. Tajdid, menurutnya, bukan memutus tradisi, melainkan memperbarui cara agar nilai tetap relevan dengan tantangan zaman.

Pesan senada disampaikan Ketua PCM Purwojati, Drs. H. Mulyanto. Ia menekankan pentingnya keikhlasan, penguatan sarana-prasarana, serta perwajahan sekolah sebagai bagian dari dakwah bil-hal. Sekolah yang unggul, tegasnya, adalah sekolah yang mampu menghadirkan layanan bermutu sekaligus keteladanan nilai.

Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati yang baru, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., memaknai amanah kepemimpinan sebagai ruang kaderisasi dan pengabdian. Ia menegaskan penguatan akidah dan akhlak sebagai pintu utama kemajuan, sinergi lintas jenjang MI–SD–SMP Muhammadiyah, serta kolaborasi dengan seluruh elemen Persyarikatan dan pemangku kepentingan.

Tantangan era digital, menurutnya, harus dijawab dengan kepemimpinan kolektif dan karakter yang kokoh bukan sekadar adaptasi teknologis.

Sementara itu, Tri Murniati, S.Pd., dalam pesan purnatugasnya mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinan sekolah terletak pada keberanian menghadirkan pembeda. Inovasi pembelajaran, akselerasi digitalisasi, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi jiwa agar sekolah tetap the best, the first, and the different dalam lanskap pendidikan yang kian kompetitif.

Pelantikan ini dihadiri unsur Forkopimcam, pimpinan Persyarikatan, majelis, AUM, ortom, MKKS, FKKSMu, Kepala SD & MI, Puskesmas, serta tokoh masyarakat. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan ekosistem dakwah pendidikan Muhammadiyah yang hidup, kolaboratif, dan berakar di masyarakat.

Pelantikan ini menegaskan satu pesan penting: tajdid pendidikan tidak lahir dari slogan, melainkan dari kepemimpinan bernilai, keberanian bertransformasi, dan kesetiaan pada cita-cita Persyarikatan.

Dari mimbar ke ruang kelas, Muhammadiyah terus menyalakan pelita dengan mendidik generasi emas yang beriman, berilmu, dan berkemajuan.

Writer: TarqumEditor: Irfan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *