Brebes, mediapenanews.net – Gerakan Masyarakat Peduli Alam Semesta Sijampang (GEMPAS Sijampang) bersama aktivis lingkungan dan pencinta alam melaksanakan kegiatan Penanaman 100 Pohon di Petak 24 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kretek, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Paguyangan, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat (09/02/2026) pukul 08.00–09.30 WIB.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasor selaku Ketua GEMPAS Sijampang ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur. Penanaman pohon tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan antara warga Dukuh Jampang dengan pihak Perhutani yang sepakat menutup aktivitas penggarapan lahan di Petak 24. Selain menanam pohon, para relawan juga bergotong royong membersihkan puing-puing material tanah longsor yang menutup akses jalan agar dapat kembali dilalui kendaraan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes M. Shodiq S, STP., M.Si, Camat Paguyangan Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut, Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin SH,,MH,. Pj Danramil Paguyangan Serka Jony Riyanto, Asper KBKPH Paguyangan Sasmito, Koordinator Rencana Aksi Sijampang Kasor, serta perwakilan Aliansi Aktivis Lingkungan dan Pencinta Alam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan dari para pihak terkait, apel dan briefing kegiatan, pembacaan doa, penanaman 100 pohon, foto bersama, dan ditutup dengan peneguhan komitmen bersama menjaga kelestarian hutan.
Camat Paguyangan Koko Kusnanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat aktif. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan bentuk nyata kontribusi bersama dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas udara, serta memperindah lingkungan.
“Petak 24 yang sebelumnya kurang terawat kini akan semakin hijau dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi untuk terus peduli terhadap lingkungan hidup dan merawat setiap pohon yang telah ditanam demi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, M. Shodiq S, STP., M.Si dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes menegaskan bahwa penanaman 100 pohon ini merupakan upaya konkret menjaga lingkungan agar tidak semakin rusak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bertanggung jawab atas kelestarian alam.
“Kalau bukan kita semua yang menjaga lingkungan ini, siapa lagi? Warga Sijampang bersama Pemkab Brebes dan 72 Aliansi Aktivis Lingkungan siap memperbaiki dan menjaga alam semesta. Kami akan berupaya mengembalikan fungsi ekologi Petak 24 RPH Kretek yang mengalami kerusakan signifikan akibat penggarapan liar,” tegasnya.
Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin juga menyampaikan dukungan penuh dari jajaran kepolisian terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Polsek hadir untuk mengawal dan mendukung upaya pelestarian alam, khususnya di wilayah Brebes.
“Kami ingin bersama rekan-rekan semua menjaga alam, khususnya di wilayah Brebes, agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Petak 24 RPH Kretek dapat kembali berfungsi secara ekologis dan menjadi kawasan hijau yang memberi manfaat jangka panjang. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan aktivis lingkungan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan alam di Kabupaten Brebes.(*)













