Brebes, mediapenanews.net— Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes (KPPKB) menggelar kegiatan silaturahmi dan konsolidasi masyarakat Brebes Selatan guna memantapkan langkah mewujudkan wilayah tersebut sebagai Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB). Kegiatan ini berlangsung di Kebun Lumpang Rumah Makan, Jumat (19/12/2025).
Ketua KPPKB, Imam Santoso, menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan ketenangan seluruh elemen masyarakat dalam memperjuangkan pemekaran. Ia meminta semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat menghambat perjuangan.
“Provokasi hanya akan merugikan perjuangan kita sendiri. Kita harus berjalan secara santun, konstitusional, dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” tegas Imam di hadapan peserta yang hadir.
Imam juga menekankan bahwa pengelolaan organisasi dan keuangan komite dijalankan secara amanah dan transparan. Menurutnya, gagasan pemekaran Brebes Selatan telah bergulir sejak tahun 2004 dan melalui berbagai tahapan evaluasi di tingkat desa hingga kecamatan yang berjalan aman dan kondusif. Saat ini, fokus perjuangan beralih ke proses di tingkat provinsi, termasuk Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah serta komunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah.
Mewakili Bupati Brebes, Eko Purwanto dari Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa usulan pemekaran Brebes Selatan secara administratif telah memenuhi syarat sejak 18 Agustus 2022.
“Saat ini tinggal menunggu tindak lanjut berupa forum group discussion (FGD) serta kunjungan DPRD Provinsi Jawa Tengah ke wilayah Brebes Selatan,” jelas Eko.
Ia menambahkan, proses pemekaran yang telah diawali dengan Paripurna DPRD Kabupaten Brebes pada tahun 2018 tidak memerlukan kajian akademik ulang. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah pemutakhiran data, seperti jumlah penduduk, kondisi ekonomi, serta indikator sosial lainnya.
Sementara itu, Camat Bumiayu, Cecep Aji Suganda, menyatakan bahwa situasi masyarakat Brebes Selatan hingga kini tetap aman dan kondusif. Menurutnya, berbagai isu yang berkembang justru mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam memperjuangkan pemekaran yang bersifat inisiatif dari rakyat.
Dalam forum tersebut, KPPKB juga mengumumkan sejumlah rencana strategis ke depan, di antaranya peluncuran Sekretariat Komite Percepatan Pemekaran Brebes Selatan yang dijadwalkan pada 1 Februari 2026. Selain itu, direncanakan pula aksi massa di Semarang pada 27 April 2026 sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah provinsi.
Sekretariat yang akan diluncurkan tersebut diharapkan menjadi pusat konsolidasi gerakan sekaligus simbol keseriusan dan komitmen perjuangan pemekaran Brebes Selatan.
“Imam, menekankan pentingnya kebersamaan dan soliditas dalam menghadapi perjuangan yang dinilainya panjang dan penuh dinamika. Pernyataan itu diucapkan sebagai penutup dalam sebuah rapat atau forum yang belum diketahui lokasi dan tanggal pasti.
Kata-katanya dianggap penting untuk meredam potensi konflik akibat perbedaan pandangan di antara anggota gerakan, serta memastikan seluruh elemen tetap fokus pada tujuan bersama yang ingin dicapai.(*)













