CIREBON – Dugaan ketidakprofesionalan pelayanan transportasi kembali dikeluhkan oleh pelanggan. Layanan yang mengatasnamakan Bintang Utara dengan nomor kontak +62 813-1895-9055 diduga tidak menjalankan kesepakatan waktu perjalanan sebagaimana yang telah disetujui di awal pemesanan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan pelanggan, pemesanan dilakukan untuk rute Cirebon – Purwakarta dengan kesepakatan tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun pada hari pelaksanaan, setelah dilakukan konfirmasi ulang, pelanggan justru mendapatkan informasi bahwa jadwal mengalami perubahan dan keberangkatan mundur hingga pukul 23.00 WIB, atau terlambat sekitar empat jam dari kesepakatan awal.
“Awalnya dijanjikan sampai jam 20.00 pagi. Tapi setelah dikonfirmasi lagi, malah mundur sampai jam 12.00 siang. Tidak ada kepastian sejak awal,” ujar pelanggan kepada media.
Dugaan Kerja Sama dengan FR TRANS
Dalam proses komunikasi, muncul dugaan bahwa layanan tersebut berpartner dengan FR TRANS menggunakan nomor layanan yang sama, yakni +62 813-1895-9055.
Selain itu, pelanggan juga diminta melakukan pembayaran untuk rute Cirebon – Jakarta sebesar Rp500.000 melalui transfer ke rekening berikut:
- Bank: BRI
- Nomor Rekening: 0949 0108 3825 530
- Atas Nama: MAULANA REYNALDI
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi terkait hubungan operasional antara nama layanan yang disebutkan tersebut.
Admin Sulit Dihubungi
Keluhan lain yang disampaikan pelanggan adalah sulitnya menghubungi pihak admin saat terjadi perubahan jadwal. Sementara itu, driver disebut selalu mengarahkan komunikasi kembali kepada admin tanpa memberikan solusi langsung.
“Admin sangat sulit dihubungi. Driver selalu melempar permasalahan ke admin. Kami sebagai pelanggan jadi tidak mendapat kepastian,” ungkapnya.
Situasi ini dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi internal sehingga berdampak pada ketidakpastian pelayanan terhadap konsumen.
Menunggu Klarifikasi
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang bersangkutan terkait perubahan jadwal maupun sistem pelayanan yang dikeluhkan.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jasa transportasi, memastikan kejelasan jadwal, serta melakukan verifikasi sebelum melakukan transfer dana.
(Tim Redaksi)













