Forkopimcam Paguyangan Tinjau Zona Rawan Longsor dan Infrastruktur di Cilibur–Cipetung

Brebes, mediapenanews.net — Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Paguyangan melakukan kunjungan lapangan ke wilayah Desa Cilibur–Cipetung pada Kamis (5/3/2026) guna mengevaluasi berbagai persoalan terkait kebencanaan dan kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Kegiatan ini meliputi peninjauan zona rawan longsor, rumah warga yang rusak akibat cuaca ekstrem, kondisi jalan poros yang tidak layak, hingga pemasangan reklame imbauan larangan penebangan pohon.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut., yang meninjau stabilitas tanah di Dukuh Ancik. Wilayah tersebut diketahui masuk dalam kategori zona berisiko tinggi terhadap bencana tanah longsor.

Menurut Koko, aktivitas penebangan pohon secara liar dapat memperparah kondisi tanah dan meningkatkan potensi longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

“Penebangan pohon tanpa pengendalian sangat berpotensi memperburuk kerawanan longsor di wilayah ini. Karena itu, kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian hutan sangat penting,” ujarnya.

Rombongan juga mengunjungi rumah milik Darsono di RT 07 RW 03 Dukuh Beran yang mengalami kerusakan cukup parah akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

Kapolsek Paguyangan, AKP Tasudin, S.H., M.H., mengatakan kondisi rumah tersebut akan didata dan didokumentasikan untuk diusulkan mendapatkan bantuan yang diperlukan.

“Kerusakan rumah warga ini akan kami dokumentasikan dan diusulkan agar bisa mendapatkan bantuan penanganan,” kata Tasudin. Ia juga menegaskan komitmen bersama Forkopimcam dalam menjaga keamanan serta mengantisipasi potensi bencana di wilayah Paguyangan.

Selain itu, rombongan turut meninjau kondisi Jalan Poros Cilibur menuju Dukuh Krajan yang saat ini dinilai sudah tidak layak dilalui. Sebagian badan jalan bahkan berada di tepi jurang curam dan berpotensi terputus.

Kepala Desa Cilibur, Nurohman, S.H., menjelaskan bahwa kondisi jalan tersebut sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki sehingga direncanakan direlokasi dengan pembangunan jalur baru yang lebih aman.

“Kondisinya sangat berisiko, sehingga opsi terbaik adalah membangun jalan baru sebagai pengganti jalur lama,” jelasnya.

Camat Paguyangan menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes untuk menyusun sketsa rencana awal sekaligus mengidentifikasi kebutuhan anggaran.

“Kita akan segera berkoordinasi dengan DPU Kabupaten Brebes untuk menyusun sketsa rencana awal dan identifikasi anggaran dalam bulan ini,” ujar Koko.

Ia berharap, jika proses koordinasi berjalan lancar, pembangunan jalan baru tersebut dapat direalisasikan dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, Forkopimcam Paguyangan bersama Perhutani Pekalongan Barat juga memasang reklame berisi imbauan larangan penebangan pohon di kawasan hutan sekitar. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan yang berfungsi sebagai penahan tanah dan pengendali aliran air.

Seluruh data terkait kerusakan dan potensi kerawanan yang ditemukan dalam kunjungan tersebut akan dilaporkan kepada dinas terkait untuk mendapatkan tindak lanjut penanganan.

Writer: IpEditor: Irfan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *