BREBES, mediapenanews.net – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Manupa Bersholawat yang digelar SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, Kabupaten Brebes, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah ke-7 Hadroh Syafa’atur Rosul.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan sejak pukul 09.00 WIB itu diikuti sekitar 1.000 peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut KH Ajir Ubaidillah atau Gus Ajir, Habib Umar bin Muhammad Al Habsyi, Kepala SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan Mardiyanto, S.Ag., M.M., keluarga besar sekolah yang terdiri atas siswa, guru, karyawan dan wali murid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan sholawat yang dibawakan Hadroh Syafa’atur Rosul. Selain tausiyah, momentum Harlah ke-7 juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan dan eksistensi hadroh selama tujuh tahun.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, Mardiyanto, S.Ag., M.M., mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam momentum Maulid Nabi sekaligus Harlah ke-7 Hadroh Syafa’atur Rosul.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan serta keluarga besar sekolah yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Mardiyanto, posisi SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas membuat peserta didiknya berasal dari kedua wilayah tersebut.
“Sekitar 40 persen siswa kami berasal dari Kabupaten Banyumas dan 60 persen dari Kabupaten Brebes,” ujarnya.
Saat ini, jumlah peserta didik SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan mencapai sekitar 1.236 siswa. Pihak sekolah berharap seluruh ikhtiar dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa senantiasa mendapat keberkahan.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Ajir Ubaidillah atau Gus Ajir mengajak para siswa untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk lebih mengenal, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW.
Gus Ajir juga mengingatkan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai idola sekaligus teladan. Hal tersebut sejalan dengan kandungan QS Al-Ahzab ayat 21 yang menjelaskan Rasulullah sebagai uswatun hasanah, atau suri teladan yang baik.
“Kalau ingin sukses, banyaklah meneladani Nabi Muhammad SAW,” pesan Gus Ajir kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan empat sifat wajib Rasul, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sangat penting diterapkan para siswa dalam membangun karakter dan kepribadian.
Gus Ajir menekankan bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja. Diperlukan usaha, kedisiplinan, kemauan untuk terus belajar, serta cita-cita yang jelas.
Karena itu, para siswa didorong untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan mengamalkan berbagai hal baik yang diperoleh dari proses pembelajaran maupun kajian keagamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah ke-7 Hadroh Syafa’atur Rosul diharapkan semakin memperkuat kecintaan generasi muda kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk pelajar yang berakhlak, disiplin, berilmu, kompak, dan memiliki semangat meraih masa depan dengan tetap menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan kehidupan.
Pemotongan tumpeng pada Harlah ke-7 Hadroh Syafa’atur Rosul menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar hadroh tersebut semakin berkembang, istiqamah dalam bersholawat, serta terus memberikan kontribusi positif bagi kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh kebersamaan.(*)













