Kemarau Panjang, Warga Taraban Krisis Air Bersih Selama Enam Bulan, Kejari Brebes Salurkan 50 Ribu Liter

BREBES, mediapenanews.net — Krisis air bersih yang melanda Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, akibat kemarau panjang mulai mendapat perhatian berbagai pihak. Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes bersama Aslinmas menyalurkan bantuan sebanyak 50 ribu liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama lebih dari empat bulan kesulitan mendapatkan air bersih. Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering, sementara pasokan air dari jaringan PAM juga tidak mengalir secara normal.

Melalui program Kejaksaan Peduli, Kejari Brebes menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kasi Intel Kejari Brebes, Hendrik Murbawan, S.H., M.H., mengatakan penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kemarau panjang.

“Kejaksaan tidak hanya mengurusi persoalan hukum, tetapi juga peduli terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan. Air merupakan kebutuhan utama, sehingga kami menyalurkan 50 ribu liter air bersih untuk membantu warga Taraban,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Aslinmas Brebes, Caridah, yang juga menjabat Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, mengajak seluruh anggota Aslinmas di desa-desa untuk aktif memantau kondisi lingkungan, terutama wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Menurutnya, pemantauan kondisi masyarakat perlu diikuti langkah nyata untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih.

“Aslinmas juga senantiasa peduli terhadap kondisi masyarakat. Jika ada warga yang mengalami kesulitan air bersih, kita perlu ikut membantu agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi,” katanya.

Kepala Desa Taraban, Umma Farida, menyampaikan terima kasih kepada Kejari Brebes dan Aslinmas atas bantuan yang diberikan kepada warganya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang selama berbulan-bulan harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih untuk memasak, mandi, mencuci, dan keperluan sehari-hari lainnya.

“Warga sangat terbantu dengan adanya penyaluran air bersih ini,” ucapnya.

Enam Bulan Sumur Mengering, Warga Menunggu Air Mengalir

Kesulitan air bersih dirasakan langsung oleh Watim (50), warga Dukuh Igirbatu, Desa Taraban. Ia mengaku sangat bahagia ketika bantuan air bersih tiba di wilayahnya, mengingat warga telah lama menghadapi keterbatasan pasokan air.

Menurut Watim, kemarau panjang membuat sumur-sumur warga mengering. Bahkan, pasokan air dari jaringan PAM yang diharapkan menjadi sumber kebutuhan sehari-hari juga tidak mengalir secara normal.

“Sudah lebih dari empat bulan mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur sudah mengering. Air PAM juga hanya sesekali mengalir pada tengah malam dan sebentar saja. Katanya masih ada kendala kerusakan,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air yang tersedia.

Aktivis kemanusiaan, Rohmat, mengapresiasi langkah Kejari Brebes melalui program Kejaksaan Peduli bersama Aslinmas dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, bantuan air bersih sangat berarti bagi warga, sekaligus menjadi bentuk kepedulian nyata dalam menghadapi persoalan kemanusiaan di tengah musim kemarau.

“Kami sebagai aktivis sangat berterima kasih dan mendukung langkah Kejaksaan Peduli. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.

Rohmat berharap kepedulian berbagai pihak terhadap krisis air bersih di Desa Taraban dapat terus berlanjut selama warga masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Pasalnya, krisis air bersih bukan sekadar persoalan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Jika berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan memicu kerawanan sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, bantuan darurat air bersih diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan pasokan air, sehingga warga Desa Taraban bisa kembali memperoleh akses air bersih secara layak dan berkelanjutan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *