Sekolah Tabligh Muhammadiyah Banyumas Raya: Menyiapkan Dai Berilmu dan Adaptif di Era Digital

Banyumas, mediapenanews.net – Komitmen memperkuat dakwah berkemajuan kembali ditegaskan Muhammadiyah melalui penyelenggaraan Sekolah Tabligh Muhammadiyah Angkatan III oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Raya. Kegiatan yang digelar di Aula Kampus 3 Pesantren Modern MBS Zamzam Cilongok, Ahad (3/5/2026), ini menjadi langkah strategis dalam mencetak dai yang tak hanya kokoh secara ideologi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.

Sebanyak 57 peserta dari berbagai daerah—mulai Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara hingga PCM Belik Pemalang—mengikuti program ini dengan antusias. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolektif dalam membangun kader mubaligh yang memiliki kedalaman ilmu keislaman sekaligus keterampilan komunikasi modern.

Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, KH. Muhammad Sugeng, menegaskan bahwa program ini difokuskan pada penguatan mubaligh muda berbasis tajdid. Ia menjelaskan, selama delapan bulan ke depan peserta akan menjalani pendidikan intensif yang memadukan teori dan praktik dakwah, mulai dari penyampaian lisan, tulisan, visual, hingga pemanfaatan media digital.

“Dai hari ini tidak cukup hanya memahami teks, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan secara kontekstual dan relevan dengan perkembangan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Direktur Pesantren Modern MBS Zamzam Cilongok, Kyai Arif Fauzi. Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam mencetak kader dakwah yang tidak hanya alim, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi yang kuat.

“Sekolah Tabligh ini menjadi momentum mempererat sinergi antara pesantren dan gerakan dakwah Muhammadiyah untuk melahirkan mubaligh yang mampu menjadi agen pencerahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PDM Banyumas, KH. Muhammad Aminudin, menekankan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga kesinambungan dakwah. Menurutnya, seorang mubaligh harus memiliki tiga pilar utama: kedalaman ilmu, keteguhan manhaj, dan kemampuan membaca realitas sosial.

Dalam sesi perdana yang berlangsung sejak pagi hingga sore, peserta mendapatkan empat materi dasar, meliputi fungsi Majelis Tabligh dan Korps Mubaligh Muhammadiyah, dasar-dasar retorika, manhaj tabligh, serta motivasi dakwah. Pembelajaran dirancang secara hybrid, dengan dominasi daring dan pertemuan tatap muka berkala setiap bulan.

Sebelumnya, program Sekolah Tabligh tingkat Jawa Tengah telah dibuka secara serentak oleh Ketua PWM Jawa Tengah, KH. Dr. Tafsir, dan dilanjutkan dengan orientasi oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, KH. Dr. Ali Trigiyatno.

Lebih dari sekadar forum pembelajaran, Sekolah Tabligh Muhammadiyah Banyumas Raya Angkatan III hadir sebagai jawaban atas kebutuhan zaman.

Program ini menjadi ruang kaderisasi sistematis untuk melahirkan mubaligh yang berilmu, komunikatif, dan berjiwa pembaruan—siap menjadi ujung tombak dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang.

Writer: TarqumEditor: Irfan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *