RSUD Bumiayu Bersholawat di GBF 2026, Ribuan Warga Larut dalam Nuansa Religi dan Dialog Pelayanan

BREBES, mediapenanews.net – Semarak Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 di Lapangan Asri Bumiayu, Kabupaten Brebes, berubah menjadi suasana penuh kekhusyukan pada Kamis malam, 3 September 2026. Ribuan warga larut dalam lantunan sholawat dalam kegiatan RSUD Bumiayu Bersholawat bersama Grup Hadroh Laskar Syifa’ul Qulub PP Al-Hikmah 1 Benda.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian GBF 2026 tersebut sekaligus menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan sholawat dan puji-pujian kepada Rasulullah menggema di tengah ribuan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.

Namun, kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada agenda keagamaan. RSUD Bumiayu juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekaligus mendengarkan pengalaman mereka dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Plt. Direktur RSUD Bumiayu, dr. Hero Irawan, melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Muhammad Silahudin, S.Kep.Ners, M.Kep., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengambil keteladanan dari akhlak Rasulullah.

“Pada malam ini RSUD Bumiayu menghadirkan kegiatan sholawat. Ini sekaligus menjadi momentum untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menurutnya, semangat Maulid Nabi juga relevan dengan tugas RSUD Bumiayu sebagai institusi pelayanan kesehatan. Nilai keramahan, ketulusan dan kepedulian menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dari Sholawat ke Suara Pasien

Di sela-sela kegiatan, sejumlah pengunjung GBF 2026 diberikan kesempatan naik ke panggung utama untuk berbagi pengalaman selama mendapatkan pelayanan di RSUD Bumiayu.

Dialog tersebut menjadi ruang bagi rumah sakit untuk mendengar langsung kesan, pengalaman, sekaligus masukan dari masyarakat sebagai pengguna layanan.

Salah satu pengunjung menceritakan pengalaman ketika membawa anaknya mendapatkan pelayanan kesehatan. Pada awalnya, sang anak merasa takut ketika harus berdekatan dengan perawat atau tenaga kesehatan.

Namun, pendekatan yang baik dari petugas membuat rasa takut tersebut perlahan berubah menjadi kenyamanan.

“Awalnya anaknya takut ketika dekat dengan suster. Lama-lama justru menjadi senang,” ungkapnya saat berbagi pengalaman di panggung utama GBF 2026.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga bagaimana petugas membangun rasa aman dan nyaman bagi pasien.

Enam Warga Sampaikan Kritik dan Saran

Tak hanya mendengar cerita positif, RSUD Bumiayu juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran.

Sedikitnya enam pengunjung diberikan kesempatan menyampaikan pandangan mereka terkait pelayanan rumah sakit.

Masukan tersebut menjadi bagian penting bagi RSUD Bumiayu dalam melakukan evaluasi dan pembenahan pelayanan ke depan, mulai dari komunikasi petugas, kenyamanan pasien hingga aspek pelayanan lainnya.

Keterbukaan terhadap kritik menunjukkan bahwa komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat tidak hanya dilakukan di ruang pelayanan, tetapi juga dapat dibangun melalui berbagai ruang interaksi publik.

GBF Bukan Sekadar Hiburan

RSUD Bumiayu Bersholawat menjadi salah satu warna berbeda dalam rangkaian GBF 2026. Di tengah hiruk-pikuk wahana hiburan, kuliner dan aktivitas ekonomi masyarakat, Lapangan Asri Bumiayu malam itu dipenuhi suasana religius.

Ribuan warga mengikuti lantunan sholawat bersama Laskar Syifa’ul Qulub PP Al-Hikmah 1 Benda dengan penuh kebersamaan.

Momentum tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai kesempatan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi RSUD Bumiayu, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan memiliki dimensi kemanusiaan yang tidak kalah penting. Keramahan, kepedulian, komunikasi dan kesediaan mendengarkan masyarakat merupakan bagian dari kualitas pelayanan.

Dengan demikian, GBF 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan dan penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, kegiatan keagamaan serta jembatan komunikasi antara institusi pelayanan publik dan masyarakat.

Kamis malam itu, sholawat menggema di Lapangan Asri Bumiayu. Di balik lantunan tersebut, terselip pesan sederhana: pelayanan yang baik dimulai dari kepedulian dan kesediaan untuk mendengarkan masyarakat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *