BREBES,mediapenanews.net – Keprihatinan atas robohnya bangunan tua Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, terus mengalir. Musibah tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan pada rumah warga, tetapi juga merenggut nyawa dua anak.
Di tengah suasana duka, kepedulian datang dari panitia Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026. Pada Rabu malam, 2 September 2026, Ketua GBF, Edi Riyanto, S.H., M.H., bersama jajaran panitia mendatangi kediaman keluarga korban untuk menyerahkan santunan.
Santunan diberikan kepada keluarga almarhum Bapak Kajan dan diterima langsung oleh istrinya. Perhatian serupa juga diberikan kepada keluarga Bapak Aminudin, khususnya dua cucunya yang turut menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut.
Penyerahan bantuan berlangsung di kediaman keluarga korban yang hingga kini masih terdampak reruntuhan bangunan tua. Suasana haru menyelimuti pertemuan antara panitia GBF dan keluarga korban.
Yang menarik, dana santunan tersebut berasal dari hasil iuran parkir GBF. Dana dikumpulkan secara sukarela oleh panitia parkir GBF sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.
Edu Riyanto mengatakan, santunan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian sederhana dari keluarga besar GBF kepada masyarakat yang sedang berduka.
«“Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Dukuhturi. Dana santunan ini murni berasal dari hasil iuran parkir yang dikumpulkan panitia parkir GBF sebagai wujud kepedulian sesama,” ujar Edu.»
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban, meskipun nilainya tidak sebanding dengan kehilangan yang mereka alami.
“Semoga dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka. Kami juga berharap perhatian dan penanganan menyeluruh dari pihak berwenang dapat segera terwujud, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” lanjutnya.
Penyerahan santunan berlangsung sederhana namun penuh makna. Jabat tangan antara panitia dan keluarga korban menjadi simbol ketulusan serta solidaritas di tengah suasana kehilangan.
Bagi panitia GBF, kepedulian tersebut bukan sekadar pemberian bantuan, tetapi juga bentuk kehadiran bersama masyarakat Bumiayu dan Brebes Selatan ketika menghadapi musibah.
Peristiwa robohnya Gedung Hogwan sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap keberadaan bangunan tua yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, terlebih ketika bangunan tersebut berada di sekitar kawasan permukiman.
Di tengah kemeriahan GBF 2026, kepedulian terhadap sesama menjadi pesan penting: bahwa ketika masyarakat sedang berduka, solidaritas dan kemanusiaan harus tetap menjadi yang utama.***













