BREBES, mediapenanews.net – Proses evakuasi reruntuhan Gedung Tua Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, terus dilakukan secara intensif setelah bangunan tersebut ambruk pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Peristiwa tragis tersebut menimbulkan korban jiwa. Dua anak perempuan, Nara (4) dan Arfa (6), dinyatakan meninggal dunia setelah rumah yang mereka tempati tertimpa material bangunan.
Sementara itu, sekitar pukul 14.00 WIB, tim evakuasi kembali menemukan satu korban lainnya, yakni Kajat (83), yang juga meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal dalam peristiwa tersebut menjadi tiga orang.
Sesaat setelah kejadian, warga bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi secara manual. Material reruntuhan yang menimpa tiga rumah warga dipindahkan sedikit demi sedikit untuk membuka akses sekaligus memastikan kemungkinan masih adanya korban yang tertimpa.
Untuk mempercepat proses evakuasi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Brebes bergerak cepat dengan menerjunkan satu unit alat berat jenis excavator ke lokasi.
Excavator tiba sekitar pukul 10.40 WIB dan langsung digunakan untuk mengangkat serta memindahkan material bangunan yang menutup rumah warga.
Selain excavator, dua unit breaker juga dikerahkan untuk memecah bagian material bangunan yang keras sehingga proses pembersihan dapat dilakukan lebih cepat dan aman.
Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti SIP, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai runtuhnya tembok bagian depan Gedung Hogwan.
Menurutnya, pengerahan alat berat dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan pimpinan dan mendapat arahan dari Kepala Dinas PU Kabupaten Brebes.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pimpinan untuk membantu penanganan,” ujar Sri Hartanti atau yang akrab disapa Tanti saat ditemui di lokasi kejadian.
Tanti menjelaskan, satu unit excavator tersebut didatangkan dari Andalan Beton, Kecamatan Bantarkawung. Alat berat tersebut kemudian difokuskan untuk mengangkat material reruntuhan yang menimpa rumah warga.
“Selain satu unit excavator, kami juga menerjunkan dua unit breaker untuk membantu memecah dan membersihkan material bangunan,” jelasnya.
Pemilik Andalan Beton, Aji Fajar Islami, mengatakan pihaknya menerima informasi dan koordinasi dari Dinas PU Kabupaten Brebes untuk membantu proses penanganan bencana tersebut.
“Kami mendapat informasi dan koordinasi dari Dinas PU untuk membantu penanganan. Kami kemudian menerjunkan alat berat ke lokasi,” kata Aji.
Penggunaan alat berat dilakukan secara hati-hati karena material reruntuhan menimpa sejumlah rumah warga dan proses pencarian korban masih berlangsung.
Tim gabungan bersama masyarakat terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material bangunan.
Runtuhnya tembok bagian depan Gedung Hogwan pada Minggu pagi tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Hingga Minggu sore, proses evakuasi dan pembersihan material reruntuhan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dengan dibantu warga.***













