Brebes, mediapenanews.net – Warga Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, menggelar tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya normalisasi saluran air dan rehabilitasi lahan persawahan yang sebelumnya rusak akibat banjir. Kegiatan berlangsung di kawasan Pintu Air Manggis, Jumat (3/7/2026), dalam suasana khidmat, penuh kebersamaan, dan sarat makna.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Benda (PAW) Khalimi, perwakilan Dinas Pengairan Kabupaten Brebes, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Brebes, Babinsa Koramil Sirampog, Bhabinkamtibmas Polsek Sirampog, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), para petani, serta masyarakat Desa Benda, Penggarutan, dan Adisana yang sebelumnya terdampak banjir.
Tasyakuran ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan baru bagi masyarakat setelah lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama berhasil dipulihkan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Gus Mujib. Dalam doa yang dipanjatkan, seluruh peserta berharap agar lahan pertanian yang telah direhabilitasi kembali subur, produktif, dan terhindar dari bencana serupa di masa mendatang.
Kepala Desa Benda (PAW), Khalimi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses normalisasi saluran air dan rehabilitasi sawah warga. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat yang bergotong royong.
“Kami sangat bersyukur atas terlaksananya normalisasi ini. Semoga lahan pertanian warga kembali produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Khalimi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran irigasi, agar tidak kembali mengalami penyumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Dalam tausiyahnya, Gus Mujib mengingatkan bahwa rasa syukur tidak cukup diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dengan menjaga alam dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Musibah adalah pengingat bagi kita semua. Mari kita jaga apa yang sudah diperbaiki dan terus mempererat kebersamaan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pengairan dan Dinas PU Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa normalisasi saluran dan rehabilitasi lahan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir. Perbaikan infrastruktur irigasi akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan sehingga fungsi infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.
Kehadiran aparat TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan wilayah, khususnya di sektor pertanian.
Melalui tasyakuran ini, masyarakat Desa Benda, Penggarutan, dan Adisana berharap kondisi pertanian segera pulih sepenuhnya dan kembali menjadi penopang utama perekonomian warga. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat.***













