Jalan Rusak, Warga Kubang Bogo Gotong Royong Perbaiki Akses Desa

BREBES, mediapenanews.net – Ketika anggaran pemerintah terbatas, warga Dukuh Kubang Bogo, Desa Mandala, Kabupaten Brebes, memilih tidak tinggal diam. Puluhan warga bergotong royong memperbaiki jalan desa yang menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Kerja bakti kembali dilakukan pada Jumat (4/9/2026). Sekitar 20 warga bahu-membahu melakukan pengecoran jalan menggunakan peralatan sederhana. Kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Warga mengaku sudah tujuh kali menggelar kerja bakti secara rutin setiap Jumat.

Jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat Kubang Bogo. Selain menjadi jalur utama keluar-masuk warga, akses itu juga menghubungkan masyarakat dengan berbagai aktivitas pemerintahan dan ekonomi desa.

Namun, kondisi jalan yang rusak cukup parah membuat warga harus mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.

Warga Patungan, Pemerintah Desa Turut Membantu

Ketua RW 01 Dusun Kubang Bogo, Dasri, mengatakan kerja bakti muncul dari kesadaran warga untuk memperbaiki akses yang setiap hari mereka gunakan.

“Ini kami lakukan secara gotong royong setiap hari Jumat dan sudah berjalan hingga tujuh kali. Awalnya banyak warga, bahkan para ibu juga ikut. Kali ini sekitar 20 warga dan sudah hampir selesai,” ujar Dasri.

Ia mengatakan Pemerintah Desa Mandala telah mengetahui kegiatan tersebut dan turut memberikan bantuan material sekitar Rp10 juta, antara lain untuk pembelian semen dan pasir.

Meski pengecoran hampir rampung, warga masih menghadapi persoalan berikutnya. Mereka berharap jalan tersebut segera mendapatkan pengaspalan.

Terlebih, kondisi jalan yang cukup curam dikhawatirkan menjadi lebih licin ketika musim hujan tiba.

“Harapan kami secepatnya setelah pengecoran bisa dilakukan pengaspalan guna mengantisipasi jalan licin,” harap Dasri.

Pernah Diperbaiki, Rusak Lagi Akibat Tanah Bergerak

Kepala Desa Mandala, Muhammad Basori, tidak membantah kondisi jalan di Kubang Bogo memang membutuhkan penanganan.

Basori menjelaskan, jalan tersebut sebenarnya sempat diperbaiki setelah Idul Fitri. Namun, kerusakan kembali terjadi setelah wilayah tersebut terdampak bencana tanah bergerak.

Persoalan anggaran kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa.

“Pemdes tidak menutup mata. Kami juga telah menyalurkan bantuan dari dana taktis kebencanaan senilai kurang lebih Rp10 juta. Mudah-mudahan bisa masuk skala prioritas dan kita upayakan agar jalan tersebut bisa segera diaspal,” jelas Basori.

Ia menyebut Dana Desa (DD) yang diterima Desa Mandala tahun ini sekitar Rp373 juta. Anggaran tersebut harus dibagi untuk berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat sehingga belum mampu mencakup seluruh kebutuhan infrastruktur.

Pemdes Minta Warga Bersabar

Basori mengapresiasi langkah warga yang secara swadaya melakukan perbaikan jalan.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan kondisi infrastruktur desa, terutama ketika kemampuan anggaran pemerintah masih terbatas.

“Kami apresiasi langkah peningkatan jalan rusak tersebut. Kami juga memohon maaf dan meminta warga bersabar karena anggaran DD saat ini sangat terbatas. Tetapi nanti kita tetap berusaha,” katanya.

Ia memastikan pemerintah desa akan terus mengupayakan agar jalan Kubang Bogo dapat masuk dalam skala prioritas penanganan berikutnya.

Bukan hanya jalan Kubang Bogo, sejumlah infrastruktur lain di Desa Mandala juga masih membutuhkan perhatian, termasuk fasilitas yang terdampak bencana alam.

Gotong Royong Jadi Jalan Keluar Bersama

Kerja bakti di Kubang Bogo akhirnya bukan sekadar aktivitas memperbaiki jalan. Di tengah keterbatasan anggaran, warga menunjukkan bahwa pembangunan desa juga dapat bergerak dari bawah melalui kepedulian dan kebersamaan.

Namun, swadaya masyarakat diharapkan tidak menjadi pengganti kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak. Perbaikan secara gotong royong dapat menjadi solusi sementara, sementara penanganan permanen tetap membutuhkan dukungan anggaran dan kebijakan pemerintah.

“Kerja bakti warga ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat desa di tengah keterbatasan anggaran yang ada,” pungkas Basori.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *