Krisis Air Bersih Mengancam Bantarkawung, Warga Dorong Pemasangan Hidran

BREBES, mediapenanews.net – Krisis air bersih mulai menjadi persoalan serius bagi sejumlah warga di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Kondisi tersebut mendorong masyarakat meminta pemerintah segera menghadirkan solusi agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan tidak terkendala jarak.

Salah satu solusi yang dinilai mendesak adalah pemasangan hidran di sejumlah titik strategis di wilayah Bantarkawung. Selain berfungsi sebagai sumber air bagi pemadam kebakaran, hidran juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan, terutama saat masyarakat menghadapi kekurangan air bersih.

Tokoh pemuda Bantarkawung, Andrian Igong, berharap Pemerintah Kabupaten Brebes bersama PDAM segera merealisasikan pemasangan hidran tersebut.

Menurut Andrian, selama ini sumber pengambilan air untuk mobil tangki berada di wilayah Bumiayu. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari Bantarkawung sehingga proses pengisian air membutuhkan waktu dan berdampak pada lambatnya distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantarkawung membutuhkan hidran. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran, mobil damkar kesulitan mendapatkan sumber air. Kalau ada hidran, petugas bisa lebih cepat mengambil air tanpa harus mencari sumber yang jauh,” kata Andrian, Jumat (4/9/2026).

Ia menegaskan, keberadaan hidran tidak semata-mata berkaitan dengan penanganan kebakaran. Infrastruktur tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan krisis air bersih.

“Fungsinya bukan hanya untuk pemadam kebakaran. Hidran juga bisa digunakan untuk kepentingan kemanusiaan, terutama ketika warga mengalami krisis air bersih. Mobil tangki bisa mengambil air dari hidran untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Warga Keluhkan Lambatnya Bantuan Air

Persoalan tersebut dirasakan langsung oleh warga Bantarkawung. Abrag, warga setempat, mengatakan proses mendapatkan bantuan air bersih selama ini membutuhkan waktu cukup lama.

Menurutnya, salah satu kendalanya adalah lokasi sumber pengisian mobil tangki yang berada cukup jauh, yakni di Bumiayu.

“Selama ini kalau warga meminta bantuan air bersih harus menunggu lama. Mungkin karena sumber untuk mengambil air bersih terlalu jauh, hanya ada di Bumiayu dengan jarak sekitar 15 kilometer,” ujar Abrag.

Ia berharap pemerintah menyediakan hidran di Bantarkawung sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada hidran di Bantarkawung, kan bisa cepat. Warga tidak perlu menunggu terlalu lama ketika membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.

Dukungan terhadap rencana pemasangan hidran juga disampaikan Budi Sujatmiko, Koordinator Lapangan BPBD Brebes wilayah Bumiayu. Ia menilai keberadaan hidran dapat membantu penanganan kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Kami mendukung pemasangan hidran di Bantarkawung. Hidran tentunya akan sangat membantu, terutama ketika terjadi kondisi darurat dan masyarakat membutuhkan sumber air yang lebih dekat,” kata Budi.

Menurutnya, tersedianya sumber air yang lebih dekat akan membantu mempercepat respons petugas ketika masyarakat membutuhkan bantuan air bersih maupun dalam kondisi darurat lainnya.

Warga Jipang Ikut Mendorong

Dukungan serupa disampaikan Wawan Irawan alias Sarben, warga Desa Jipang. Ia mengaku sangat setuju apabila hidran dibangun di wilayah Bantarkawung.

Menurut Wawan, fasilitas tersebut akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain menjadi sumber pengambilan air untuk mobil pemadam kebakaran, hidran juga dapat mendukung distribusi air bersih bagi warga.

“Saya sangat setuju kalau di Bantarkawung dipasang hidran. Fungsinya selain untuk pengambilan air mobil damkar, juga untuk kemanusiaan, yaitu pengambilan air untuk penyaluran air bersih kepada warga,” kata Wawan.

Andrian berharap aspirasi masyarakat tersebut mendapat perhatian serius dari Pemkab Brebes dan PDAM. Menurutnya, Bantarkawung membutuhkan infrastruktur yang mampu mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran maupun saat masyarakat menghadapi krisis air bersih.

“Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran besar atau krisis air semakin parah baru pemerintah bergerak. Hidran ini bisa menjadi fasilitas penting untuk keselamatan sekaligus membantu kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Andrian.

Ia meminta Pemkab Brebes dan PDAM segera turun ke lapangan untuk memetakan kebutuhan serta menentukan titik-titik strategis pemasangan hidran.

“Kami berharap Pemda dan PDAM segera turun melihat kondisi di lapangan dan menentukan titik-titik yang tepat untuk pemasangan hidran. Bantarkawung jangan terus bergantung pada sumber air yang jaraknya jauh dari Bumiayu,” pungkasnya.( IG )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *