BREBES, mediapenanews.net — Kebakaran kembali melanda kawasan Hutan Wana Bei, Petak 39, Dukuh Cigobang, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Senin (28/9/2026).
Kobaran api mulai diketahui sekitar pukul 11.00 WIB dan membakar area hutan seluas kurang lebih 0,25 hektare. Petugas Perhutani bersama masyarakat sekitar berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 15.30 WIB.
Asper BKPH Paguyangan, KPH Pekalongan Barat, Sasmita, membenarkan adanya kebakaran tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp.
“Ya, hari ini luas sekitar 0,25 hektare,” kata Sasmita.
Menurutnya, proses pemadaman melibatkan jajaran Perhutani dengan didampingi Mantri Kehutanan setempat serta mendapat bantuan dari masyarakat sekitar kawasan hutan.
Petugas dan warga melakukan pemadaman secara bersama-sama hingga kobaran api berhasil dipadamkan pada sore hari. Setelah api padam, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kebakaran tersebut berdampak pada ratusan pohon pinus yang masih produktif di kawasan hutan. Meski demikian, Sasmita menyebut belum ada perhitungan pasti mengenai kerugian yang ditimbulkan.
“Untuk kerugian pohon belum bisa dihitung karena pohon tidak ada yang tumbang akibat kebakaran,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran kembali terjadi di kawasan tersebut dalam waktu relatif berdekatan. Sebelumnya, kebakaran juga dilaporkan terjadi sekitar tiga minggu lalu.
Jarak waktu yang cukup singkat antara kejadian sebelumnya dengan kebakaran kali ini menjadi perhatian tersendiri dalam upaya pengawasan dan pencegahan kebakaran hutan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran. Karena itu, penyebab pasti munculnya api masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.
Sasmita mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Rencana dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pencegahan kebakaran,” ujarnya.
Meskipun tidak terdapat pohon yang tumbang akibat kebakaran, terbakarnya ratusan pohon pinus yang masih produktif tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi vegetasi dan kondisi kawasan hutan.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya pada lokasi yang sebelumnya telah mengalami kejadian serupa.
Masyarakat sekitar juga diharapkan turut berperan menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak muncul kembali titik api.***













