Brebes, mediapenanews.net – Kabar baik datang bagi masyarakat Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Pembangunan kembali Jembatan Glempang yang menjadi akses vital penghubung Kabupaten Brebes dengan Kabupaten Tegal dipastikan akan segera dilanjutkan setelah sempat dihentikan sementara saat progres pekerjaan mencapai sekitar 80 persen.
Jembatan yang putus akibat diterjang banjir besar pada awal 2025 itu dibangun kembali menggunakan anggaran APBD Kabupaten Brebes senilai lebih dari Rp1,9 miliar. Namun, pada Desember 2025 pekerjaan dihentikan sementara setelah hasil evaluasi teknis menemukan adanya gerusan air pada bagian pondasi akibat tingginya debit sungai.
Penghentian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan konstruksi yang dibangun memiliki tingkat keamanan dan ketahanan yang optimal dalam jangka panjang.
Sebagai tindak lanjut, pekan lalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Brebes bersama tim teknis dan konsultan perencana turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil pengecekan itu menjadi dasar penyusunan langkah teknis sebelum pekerjaan kembali dilaksanakan.
Kepala Dinas PU Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, menegaskan bahwa penghentian sementara bukan karena proyek mangkrak, melainkan bagian dari proses penyempurnaan konstruksi agar hasil pembangunan lebih kuat dan aman.
«”Pekerjaan akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat. Penghentian sementara ini didasari kajian teknis yang ketat serta penyesuaian terhadap lonjakan harga material yang cukup signifikan. Dinas PU tetap berkomitmen penuh menyelesaikan proyek ini, dan saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Tegal mengingat pentingnya jalur penghubung dua daerah ini,” ujar Dani.»
Sementara itu, Kepala Desa Kaligiri, Rosidin, menyampaikan apresiasi atas kepastian kelanjutan pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan masyarakat.
Menurutnya, sejak jembatan utama putus, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dengan kapasitas terbatas yang dinilai kurang aman, terutama saat musim hujan.
«”Jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian sekaligus jalur utama masyarakat menuju Kabupaten Tegal. Kami berharap seluruh persiapan segera selesai sehingga pembangunan bisa dilanjutkan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya.»
Jembatan Glempang memiliki peran strategis sebagai jalur mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Brebes-Tegal.
Dinas PU Kabupaten Brebes memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan dan menyiapkan solusi teknis terbaik agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai standar konstruksi. Dengan demikian, Jembatan Glempang diharapkan menjadi infrastruktur yang kokoh, aman, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Brebes maupun Kabupaten Tegal. (Yazid Andi)













